BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun menyoroti maraknya aksi balapan liar di kawasan perkotaan Sampit. Bahkan, aksi itu terkesan rutin dilakukan.
"Saat melintas di Jalan A Yani dan HM Arsyad itu, mereka dengan mudahnya balapan liar. Bahkan saat motor balapan melintas, mereka nekat menghentikan mobil kami," kata Rimbun, Selasa (8/1/2018).
Kondisi demikian dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lainnya. Sebab pelaku balapan liar tidak peduli dengan keselamatan dirinya, apalagi orang lain.
Dia pun mendorong pemerintah daerah melalui Satpol PP Kotim bersama dengan Dinas Perhubungan untuk menyikapi hal itu. Harapan penertiban juga disampaikan ke kepolisian.
"Orangtua juga harus mengawasi anaknya masing-masing supaya tidak keluar rumah larut malam," tegas Rimbun.
--page
Rimbun prihatin dengan pengendara lain yang ingin terganggu dengan aksi balapan liar. Dia khawatir, ada tindakan massa terhadap balapan liar, jika instansi terkait tutup mata.
"Saya lihat ada ratusan penonton yang menyaksikan balapan liar ini. Kalau sampai taruhan segala macam, itu sudah pidana," tegasnya. (NACO/B-11)








