BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara, Achmad Yani, mengatakan meningkatnya jumlah penderita DBD di tahun 2018 disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu.
"Di tahun 2018, curah hujan berbeda dari tahun sebelumnya," kata Achmad Yani, Rabu (9/1/2019).
Menurutnya, cuaca yang kadang panas dan hujan tersebut bisa menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus DBD. Apalagi, jika masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan.
"Kadang hujan, kadang panas, cuacanya tidak menentu. Ini berpengaruh," tambahnya.
Yani mengatakan, jumlah penderita DBD selama tahun 2018 mengalami peningkatan signifikan. Dari 2017 hanya 48 orang, meningkat menjadi 130 orang di 2018.
--page
"Oleh karena utu, upaya pencegahan penyakit DBD harus dilaksanakan dengan peran serta masyarakat," kata Yani.
Caranya, masyarakat bisa menerapkan 3M plus, yakni dengan menutup, mengubur, dan menguras, serta menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti.
"Fogging merupakan pilihan terakhir dan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa. Jentiknya itu tidak mati dan akan kembali menjadi nyamuk," ujarnya. (NORHASANAH/B-11)








