BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta mengoptimalkan penggunaan pendapatan desa terutama dalam pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur sehingga bisa mengentaskan desa tertinggal.
"Optimalkan penggunaan pendapatan desa yang berasal dari kelompok transfer yakni alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD), guna pembangunan di desa tersebut," pesan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Kamis (10/1/2019).
Pengoptimalan penggunaan pendapatand desa guna mendukung upaya pemerintah menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri. Sehingga terciptanya indeks desa membangun yang terdiri dari indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan lingkungan.
"Tentunya pencapaian tiga indeks tersebut sangat bergantung pada upaya desa dalam mengoptimalkan penggunaan pendapatan," kata Taufiq.
Taufiq menyebut, saat ini pengoptimalan pendapatan desa di Kotim sudah cukup baik. Bahkan pada November 2018 lalu Pemkab Kotim telah menerima penghargaan atas capaian kinerja indeks desa membangun tertinggi di Kalteng yang diwakili oleh Desa Sebabi Kecamatan Telawang.
--page
Sehingga hal itu harus jadi motivasi bagi seluruh pemerintahan desa guna melakukan penggunaan anggaran dengan baik sesuai kewenangan mereka. Hingga akhirnya berdampak pada peningkatan infrastruktur dan ekonomi di desa.
Pemkab Kotim pada 2018 telah menyalurkan ADD sebesar Rp1.037.517.921, dan DD sebesar Rp129.483.060.000, disalurkan kepaa 168 desa. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








