BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo sepakat agar tenaga kontrak atau honorer di pemerintah daerah jadi fokus perhatian kedepannya.
Menurutnya, semangat pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan tenaga kontrak baik itu di lingkungan SOPD, sekolah dan tenaga medis sangat baik. Bahkan secara tegas ia mendukungnya.
"Karena saat ini tingkat kesejahteraan mereka masih belum diakomodir dengan baik. Padahal mereka memeiliki beban pekerjaan yang tidak bisa dianggap sepele," kata dia, Kamis (10/1/2019).
Menurutnya selama ini besaran gajih yang diterima tenaga honorer itu sekirtar Rp2 juta saja. Tentunya jauh berada dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang disepakati pemerintah.
Namun, kata Handoyo 2019 ini Pemkab Kotim berkomitmen untuk memperhatikan gajih tenaga tersebut atau paling tidak setara dengan UMK.
--page
“Sangat rasional sekali keinginan itu, mengingat UMK kita sudah ada diangka Rp2,7 juta," tukasnya.
Menurutnya semoga rencana itu tidak jadi persoalan bagi Pemkab Kotim dalam tata kelola tenaga tersebut. Namun juga di sisi lain ia juga menekankan agar tenaga honor itu ketika dari sisi hak dipenuhi dengan maksimal oleh pemeintah maka kinerja harus maksimal juga. (NACO/B-5)








