BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya melakukan pengembangan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini. Hal itu dilakukan karena memiliki potensi yang strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
"Mengingat pertumbuhan dan aktifnya sektor rill yang dijalankan UMKM, akan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama tersedianya lapangan kerja dan tentunya meningkatkan pendapatan," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Kamis (10/1/2019).
Dirinya menerangkan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat dengan penguatan pemilikan faktor-faktor produksi, penguatan penguasaan distribusi dan pemasaran, penguatan masyarakat untuk dapatkan gaji yang memadai, serta penguatan masyarakat untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan.
"Hal tersebut tentunya harus dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakat sendiri, maupun aspek kebijakan," kata Taufiq.
Terkait dengan pemberdayaan masyarakat dalam memperluas kesempatan kerja, maka dipengaruhi oleh pengembangan UMKM. Karena atas program pemberdayaan UMKM sendiri telah memberikan dampak pertumbuhan tingkat produksi UMKM yang mencapai 15,58%, dengan total aset sebesar 128,73%.
--page
"Pada skala mikro dan kecil, angka tersebut adalah angka yang signifikan. Dan tentunya berimplementasi pada masyarakat, dalam bidang pekerjaan dan perekonomian," ucap Taufiq.
Dengan adanya hal tersebut, mereka akan terus melakukan inovasi kebijakan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Serta memperkuat peran UMKM yang telah ada pada sektor unggulan maupun prima yang selama ini menjadi penyokong utama struktur ekonomi Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








