BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasar Subuh Palangka Raya memang pusatnya tempat belanja sayuran murah. Para pedagang eceran biasanya juga belanja di Pasar Subuh untuk kemudian dijual lagi.
"Kan ada orang yang malas belanja ke Pasar Subuh. Jadi kita relakan berangkat ke Pasar Subuh paling lambat jam 3 pagi, lalu kita jual lagi keliling," kata Fadli, salah seorang penjual sayur keliling, Kamis (10/1/2019) malam.
Menurut Fadli, layaknya seorang penjual, dirinya mengambil untung terhadap dagangannya. Namun karena membeli di Pasar Subuh dalam jumlah banyak, dia juga bisa menjual ke pelanggannya dengan harga yang terjangkau.
Ia mencontohkan, petai satu ikat Rp20.000 bisa dijual per lonjor Rp3.000. Jadi dari satu bisa untung Rp10.000. "Sedikit saja untungnya karena pembeli kan juga belinya sedikit-sedikit, paling untuk sekali atau dua kali masak," jelas Fadli.
Fadli mengaku sudah memiliki pelanggan tetap, para ibu rumah tangga yang berbelanja padanya mulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Kebiasaannya adalah para ibu ini belanja untuk keperluan satu hari saja, besoknya mereka akan belanja lagi kepada Fadli tentunya dengan bahan segar yang baru dibeli Fadli saat hari masih subuh.
--page
"Jadi kasih jadwal, jadi saya muncul di daerah Bukit Keminting misalnya selalu jam 8 pagi. Jadi pelanggan saya sudah siap-siap nunggu depan rumah jam segitu. Saya rasa mereka nggak keberatan dengan harga yang saya kasih. Memang kalau mereka belanja sendiri ke Pasar Subuh bisa dapat lebih murah, tapi kalau saya yang datangin mereka kan mereka tidak perlu keluar ongkos jalan, buat saya saja sebagai keuntungan saya jualan," kata Fadli lagi.
Pasar Subuh di Palangka Raya ada di area Pasar Besar. Bukanya, ada yang dari sekitar pukul 17.00 WIB dan tutup pukul 07.30 WIB keesokan harinya. Kebanyakan yang belanja di sini memang adalah tukang sayur keliling untuk dijual kembali. Tetapi masyarakat Kota Cantik yang ingin berbelanja sayur segar dengan harga murah tentu juga sudah akrab dengan suasana Pasar Subuh ini. (TESTI PRISCILLA/B-2)








