PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Berat badan Titi Wati yang mencapai 300 Kg membuat dirinya tidak bisa lagi menggerakkan anggota tubuhnya yang lain seperti kaki untuk berjalan. Untuk itu, Titi Wati akan menjalani Fisioterapi setelah operasi Beriatrik agar bisa berjalan kembali.

Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja mengatakan, Fisioterapi akan dilakukan setelah berat tubuh Titi Wati berkurang dan dirasa cukup untuk dapat melakukan terapi.

“Untuk bisa berjalan, kami tim dokter akan membantu dengan fisioterapi. Terapi akan dilakukan setelah kondisi fisik pasien memungkinkan melakukan hal itu, namun saat ini difokuskan pada operasinya dulu,” ujar Theo, Jumat (11/1/2019).

Theo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tulang pasien. Ini mengingat tulang pasien itu harus menopang bobot tubuh yang melebihi kapasitasnya.

“Tulangnya akan kita periksa juga, namun jika dilihat dari umurnya yang baru 37 tahun, kecil kemungkinanan adanya pengeroposan. Jadi Fisioterapi itu nanti lebih ke penguatan sendi dan tulang pasien karena sudah lama tidak digunakan,” ujarnya.

--page

Theo juga menambahkan, pihaknya akan terus memantau kondisi Titi Wati pasca operasi dengan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

“Pasca Operasi nanti pasien tentu akan dipulangkan, jadi saat masa rawat jalan itu, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan kondisi pasien, meskipun tidak berada di Rumah Sakit,” jelas Theo. (AGUS/B-2)