JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) berencana menambah produksi biodiesel seiring dengan meningkatnya permintaan.

"Prospek bisnis biodiesel semakin meningkat seiring dengan upaya pemerintah mendorong permintaan melalui program B20 dan B30," kata Corporate Secretary Tunas Baru Lampung, Hardy, di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pada 20 Juli 2018, Presiden Joko Widodo menyampaikan, penggunaan biodiesel dapat menghemat pengeluaran negara sekitar US$21 juta per hari bila kebijakannya benar-benar diterapkan. Pasalnya, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan BBM.

Kepala Negara juga mengarahkan pada Januari 2020 penggunaan biodiesel dalam solar dinaikkan menjadi 30% atau B30, untuk menggantikan kebijakan B20 yang berlangsung sejak Januari 2016.

"Dengan adanya dukungan dari pemerintah, maka prospek bisnis biodiesel akan lebih baik karena dapat meningkatkan permintaan pasar akan biodiesel," papar Hardy.

--page

Hardy menilai, keberadaan biodiesel membuat perseroan memiliki sejumlah pilihan dalam mengolah minyak kelapa sawit atau CPO. 

"Ketika harga CPO melesu, kami dapat meningkatkan penjualan dalam bentuk biodiesel dan minyak goreng, sehingga marjin pendapatan meningkat," ujarnya.

(NEDELYA RAMADHANI/m)