BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten ini mengalami peningkatan, sehingga perlu adanya upaya pencegahan agar kasus yang terjadi tidak bertambah di tahun 2019.
"Memang kasus DBD ada peningkatan jika dibanding tahun 2017, namun tidak berakibat fatal," kata H Ahmadi, Jumat (11/1/2019).
Menurut Ahmadi, gerakan Berantas Sarang Nyamuk (BSN) yang pihaknya lakukan adalah upaya pencegahan terhadap peningkatan kasus ditahun 2019.
"Oleh sebeb itu, tolong gerakan 3M itu, mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk," pintanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sukamara, Achmad Yani mengatakan bahwa awal Januari 2019, tercatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sukamara berjumlah sebanyk 10 orang.
--page
"Untuk awal tahun ini saja sudah ada 10 laporan yang masuk," kata Achmad Yani.
Yani melanjutkan, apabila kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi, serta masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan kemungkinan jumlah korban DBD masih akan terus bertambah.
"Untuk jumlah penderita DBD selama tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan, yakni berjumlah sekitar sekitar 130 orang, yang mana ditahun sebelumnya hanya 48 orang saja," terang Achamad Yani. (NORHASANAH/B-5)








