BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, menyediakan bahan kimia penghancur untuk lahan yang masih terdapat sisa tanaman yang ditinggalkan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, Senin (14/1/2019) menjelaskan, bahan kimia itu digunakan dengan dioleskan pada sisa tanaman yang telah ditebang.
Selanjutnya, setelah bahan kimia dioleskan, dalam jangka tiga bulan, tonggak sisa tanaman akan hancur.
Sementara untuk program pemupukan, Dinas Pertanian akan memerkuat pengunaan pupuk organik secara alami. Sesuai moto Pertanian Sehat yang Menjauhi Bahan Kimia, Juga Pertanian Berkelanjutan.
"Pertanian berkelanjutan maksundnya terdapat siklus. Seperti petani yang menanam jagung, kemudian dijual, dan sebagian dimamfaatkan untuk ternak. Kotoran ternak dimanfaatkan lagi untuk lahan pertanian. Itu maksud siklus berkelanjutan,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-11)








