BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terkait kebijakan penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pada beberapa rute penerbangan domestik di Indonesia, namun masih belum didapatkan informasi pasti apakah kebijakan tersebut bakal dirasakan pengguna pesawat terbang yang ingin bepergian dari Pangkalan Bun menuju kota lain.
Beberapa perwakilan maskapai penerbangan yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Barat saat ditanyai hal tersebut terkesan hanya memberikan jawaban diplomatis.
Manager Station Trigana Air Pangkalan Bun Chris Nanlohy, Selasa (15/1/2019) menegaskan, hingga saat ini harga tiket yang dijual ke publik tidak pernah melanggar batas yang ditetapkan.
"Trigana adalah airlines kecil. Jadi selalu dipantau. Harga tiketnya belum pernah melanggar undang-undang. Kami rutin diaudit oleh otoritas bandara dari Balikpapan," jelas Chris.
Saat ditanyakan terkait apakah Trigana juga bakal memberlakukan pembayaran bagi bagasi penumpang, Chris menggeleng.
--page
"Sejauh ini belum ada kebijakan dari Trigana, sehingga untuk urusan bagasi penumpang tidak ada aturan yang berubah atau masih seperti yang dulu," jelas Chris.
Terpisah District Manager NAM Air Pangkalan Bun Aminuddin Fakhmi juga memberikan jawaban serupa.
"Dari segi harga tiket, kita ada namanya sub classes harga. Ada class rendah, medium, dan high. Semua ada komposisinya. Sehingga tidak semua harga mahal. Dan itu memang sudah berjalan. Jadi kita juga membuka penjualan harga kelas rendahnya. Artinya semua ada komposisinya," jelas Fakhmi.
Saat ditanyakan apakah NAM Air juga bakal memberlakukan pembayaran bagasi penumpang, ia masih belum bisa menjawab pasti.
"Tunggu kebijakan manajemen lebih lanjut. Pasti semua perubahan akan kami sampaikan," jelasnya.
--page
Terkait harga tiket pesawat yang saat ini sedang tinggi, seorang pelaku wisata di Kabupaten Kobar Yomie Kamale mengharapkan agar kebijakan penurunan harga dari INACA juga bisa dirasakan oleh pengguna jasa pesawat terbang dari Kobar.
"Hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda turun. Contohnya harga tiket Pangkalan Bun - Palangka Raya saja tetap setia bercokol pada harga Rp800 ribu ke atas," jelas Yomie.
Kemudian saat ditanyakan terkait kebijakan pembayaran bagasi bagi penumpang, Yomie juga khawatir hal tersebut bakal diikuti oleh maskapai lain.
"Memang saat ini yang memberlakukan pembayaran bagasi pada pemumpnang adalah Lion dan Wings. Namun, bukan tidak mungkin hal ini lama-lama diikuti maskapai lain. Bila ini terjadi tentunya sangat memberatkan masyarakat ditambah dengan tingginya harga tiket. Wisatawan domestik yang bukan tergolong berpenghasilan tinggi, lama kelamaan menjadi enggan berwisata karena tingginya harga tiket menuju daerah lain di negara kepulauan ini. Dikhawatirkan hal ini bakal menggangu program pemerintah yang sedang berupaya meningkatkan tumbuhnya pariwisata domestik," jelas Yomie.(YD/m)








