BORNEONEWS, Sampit - Tim dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus yang dipimpin dr Ricka Brilianty Zaluchu membeberkan hasil otopsi terhadap jasad anak buah kapal (ABK) KM Senja Papua yang bernama Yulianus Tanarubun.
"Otopsi kami lakukan di kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Dari pemeriksaan awal bagian luar tubuh korban ditemukan adanya pembiruan di kuku jari tangan dan bibir, lebam di bagian kepala kiri akibat benturan dan ada garis asimetris di wajah kiri korban," ucap dr Ricka didampingi Kapolsek KPM Iptu Irfan Ali Reza mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Rabu (16/1/2019).
Otopsi dilakukan Selasa (15/1/2019) sore. Hasil otopsi ditemukan adanya pembengkakkan organ dalam, pelemakan, perubahan warna yang tidak lazim dan penyempitan syaraf.
"Jantung korban mengalami pembesaran, ada pelemakan disekitaran jantung yang membuat arteri mengalami penyemputan. Arteri itu adalah pembuluh utama yang mengalirkan darah ke otot jantung. Jantung korban juga berubah warna menjadi kecoklatan," sebut dr Ricka.
Ia melanjutkan, perut korban juga mengalami pembengkkan dan hati pria berumur 41 tahun itu mengalami pembesaran yang diperkirakan akibat sering mengonsumsi minum-minuman beralkohol.
"Kesimpulannya korban meninggal akibat serangan jantung. Saat terserang penyakit, korban terjatuh hingga kepala dan wajah terbentur ke lantai kapal," jelasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








