BORNEONEWS, Muara Teweh – Warga Kabupaten Barito Utara khususnya di Kota Muara Teweh harus merogoh kocek labih dalam. Pasalnya gas elpiji tabung 3 kilogram yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat meroket dengan harga mencapai angka Rp35 ribu per tabung.
Gas elpiji 3 kilogram ini merupakan barang yang telah disubsidi oleh pemerintah dan pasaran harga gas ini hanya mencapai Rp20 ribu di sejumlah daerah lain di luar Kabupaten Barito Utara.
Hal ini membuat para warga Muara Teweh, khususnya ibu rumah tangga, mengeluh atas tingginya harga gas elpiji bersubsidi ini.
“Saat ini, dalam sehari 560 tabung yang dibawa untuk dijual di wilayah dalam kota Muara Teweh. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah ini. Idealnya dalam sehari seharusnya dipasok sebanyak 1.120 tabung elpiji tiga kilogram,” ujar Muhammad Taufik, pemilik pangkalan elpiji di Simpang Tiga Dermaga, Kelurahan Lanjas, Rabu (16/1/2019)
Ufik panggilan akrabnya mengatakan, di Muara Teweh masih ada beberapa pemilik pangkalan elpiji lainnya. Mereka juga membutuhkan tambahan kuota, supaya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kalangan menengah ke bawah.
“Saya turut prihatin kenapa sampai Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak bisa menambah jatah kuota elpiji tiga kg untuk Kabupaten Barito Utara. Dari dahulu kami minta tambahan elpiji tiga kg kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapannya,” ucapnya.
Ia juga membeberkan harga elpiji tiga kg dari agen berkisar sebesar Rp17-Rp19 ribu per tabung. Turun ke pangkalan harga menjadi kisaran Rp22-Rp24 ribu per tabung, lalu menjadi Rp35 ribu pertabung ditingkat pengecer.
Ia memastikan, pangkalan tidak berani memainkan harga semaunya, karena penjualan diawasi oleh berbagai pihak, terutama polisi dan Disdagrin.(RAMADHANI/m)


