PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai pidato RTA Milono, Gubernur Pembentuk Provinsi Kalimantan Tengah di Bukit Ngalangkang Pahandut 18 Mei 1957.

"Bapak RTA Milono mengatakan Kalimantan Tengah dilahirkan bukan buat rakyat Pahandut saja, bukan buat satu daerah, bukan buat satu agama, bukan buat satu suku, akan tetapi buat seluruh bangsa Indonesia. Agar semua orang memelihara dengan baik kelahiran provinsi Kalimantan Tengah yang dilahirkan dalam dua hari raya suci, yaitu Hari Raya Idhul Fitri dan Hari Raya Paskah," tiru Sigit.

Pidato yang mempesona tersebut menurut Sigit dikutip dari buku 'Kalimantan Memanggil' yang ditulis oleh Tjilik Riwut pada 1958.

"Saya ingin mengulangi bagian pentingnya yakni Kalimantan Tengah untuk Indonesia. Ini juga mengandung makna sebaliknya yaitu Indonesia untuk Kalimatan Tengah," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Jauh dalam sejarah Republik Indonesia ini menurutnya perlu dipahami bahwa kebangsaan Indonesia lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan seperti penjajahan Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Kebangsaan Indonesia lahir dari semangat untuk melawan.

--page

"Politik adu domba-devide et impera". "Ketika para penjajah menginginkan bangsa ini berpecah belah. Kita menyatukan tekad dan semangat untuk menentang. Kita bulatkan tekad untuk bersatu. Kita menancapkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika di sanubari kita yang paling dalam. Berbeda tetapi tetap satu. Ini yang harus kita ingat selalu. Jangan malah berselisih di antara kita sendiri," pesannya.

Dorongan yang melahirkan kebangsaan ini, lanjut Sigit, bersumber dari perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan, memulihkan martabat sebagai manusia.

Kegiatan dihadiri KNPI, Mahasiswa di Kelompok Cipayung, Arema Malang, komunitas Pencak Silat, HIMAPAKAT Katingan, komunitas Reok Ponorogo, Sanggar Tut Wuri Handayani, Fordayak, Perpedayak, Gepak, KOPPAD, Gerdayak, Ansor Banser, Paguyuban Jawa barat, Komunitas Papua, Komunitas Ambon Maluku, FORMAD-KT, Komunitas Kawanua, Komunitas Batak, Paguyuban Kalibata, Komunitas NTT Flores dan masyarakat Kota Palangka Raya secara umum. (TESTI PRISCILLA/B-6)