PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Politisi PDI Perjuangan, Sigit Karyawan Yunianto mengajak masyarakat untuk menjaga wawasan kebangsaan Indonesia.

"Kita harus siap untuk menjaga wawasan kebangsaan Indonesia dari derasnya arus globalisasi yang tidak bisa dihindari. Arus globalisasi ini membawa serta paham konsumisme hedonis yang menyebabkan seseorang kehilangan kepedulian sosialnya karena hanya mengejar kepuasan pribadinya," kata Sigit yang juga Ketua DPRD Kota Palangka Raya ini.

Hal ini merupakan salah satu poin pidato Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto saat bertindak sebagai inspektur upacara pada Apel Bersama dan Gelar Budaya Kesatuan Kebangsaan dalam Bingkai NKRI di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Bumi Bhineka Tunggal Ika dalam Falsafah Huma Betang di Tugu Soekarno, Kamis (17/1/2019) sore.

"Ketika pola pikir untung rugi sudah merasuki pikiran, maka Negara hanya menjadi tempat untuk meraup keuntungan, walaupun harus mengorbankan harga diri dan martabatnya. Hal ini harus kita hindari. Kita tetap harus memiliki harga diri dan menjaga identitas kebangsaan kita," tuturnya.

Dia mengajak masyarakat agar bisa menjaga wawasan kebangsaan dari fanatisme kesukuan, radikalisme dan euphoria demokrasi yang sudah kita alami sekarang. Euphoria demokrasi yang berlebihan yang akan melahirkan fitnah, kebencian, dan permusuhan harus dihindari.

"Perbedaan pendapat dalam era demokrasi adalah wajar. Berbeda pilihan itu biasa. Tapi segala perbedaan pendapat dan pilihan itu jangan sampai berkembang menjadi perpecahan dan permusuhan yang dapat mengancam persatuan kita," pesannya. (TESTI PRISCILLA/B-6)