JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Golden Plantation Tbk. (GOLL) menahan ekspansi perkebunan kelapa sawit karena harga minyak sawit mentah (CPO) masih dalam tren melemah.

"Tidak ada ekspansi tanam baru tahun ini, karena harga sawit sedang jatuh," kata Sekretaris Perusahaan Golden Plantation, Eric Firmansyah, di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menurut Eric, pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi perkebunan kelapa sawit pada tahun ini. 

"Kami hanya fokus pada peningkatan produktivitas dan kinerja mill dan peningkatan rendemen," papar dia.

Pada tahun lalu, landbank yang dimiliki GOLL seluas 63.441 hektare, di mana 24.686 hektare lahan tertanam, atau sekitar 38,91% dari total lahan yang dimiliki.

Dari total lahan tertanam GOLL, hanya 16.111 hektare merupakan tanaman menghasilkan dan 8.576 ha belum menghasilkan. Meskipun lahan ditanam belum mencapai 50% dari total lahan, perseroan lebih memilih menahan ekspansi.

Sepanjang semester I tahun lalu, GOLL telah menghabiskan belanja modal senilai Rp95 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk tanaman.

Sementara itu, penjualan tandan buah segar (TBS) GOLL hingga Juni 2018 sebanyak 10.147 ton dan CPO sebanyak 5.392 ton. 

GOLL merencanakan penambahan 5.000 ha lahan produktif pada periode 2018 hingga 2020. 

Sedangkan kebutuhan pendanaan penanaman lahan baru mencapai Rp70 juta per ha. Artinya, GOLL harus menyiapkan belanja modal (capex) Rp350 miliar dalam jangka waktu 3 tahun. )NEDELYA RAMADHANI/m)