BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat (Kobar) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar berupaya agar 14 sekolah yang sudah mendapat Adiwiyata Nasional bisa memperoleh penghargaan tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.
Sekretaris DLH Kobar Fitriyana mengatakan, secara umum sebenarnya sekolah yang sudah mendapatkan Adiwiyata Nasional sudah layak mendapatkan Adiwiyata Mandiri.
"Saat ini kita masih dalam upaya pendampingan dan mendorong agar lebih banyak lagi sekolah di Kobar yang berhasil mendapatkan anugerah Adiwiyata Mandiri. Saat ini baru SMA 1 Pangkalan Bun yang sudah mendapatkan penghargaan tersebut," jelas Fitriyana, Jumat (18/1/2018).
Selain itu, lanjutnya, sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata baik tingkat provinsi, nasional dan mandiri juga tetap terus mendapatkan pendampingan agar bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasinya.
"Karena penghargaan Adiwiyata tersebut bisa saja dicabut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lantaran mereka terus melakukan pemantauan bagi sekolah yang telah mendapatkan penghargaan itu. Bila dianggap sekolah tersebut dianggap tidak lagi mempertahankan poin- poin yang terdapat dalam adiwiyata yaitu sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih dan indah, penghargaan tersebut bisa saja dicabut," jelas Fitriyana. (WAHYU/B-5)








