BORNEONEWS, Palangka Raya – Sunawi, kakek berusia 67 tahun yang tinggal di sebuah barak bilangan Jalan dr Murjani tepatnya belakang Ketupat Kandangan, Palangka Raya butuh uluran tangan.
Kakek asal Semarang, Jawa Tengah ini mengalami sakit di bagian paru. Sunawi berkeinginan pulang menemui putri semata wayangnya, Mega Purwati Ningsih (10) yang kini dititipkan di panti asuhan wilayah Semarang.
Namun, kondisi tersebut membuatnya tidak berdaya. Untungnya, tetangga, para relawan dan dinas terkait rela meluangkan waktu sembari menyisihkan sebagian rizkinya.
Seperti yang nampak pada Jumat (18/1/2019). Tim relawan itu seperti Human Community Palangka Raya (HCP) dan Emergency Response Palangka Raya (ERP). Selain mereka, terlihat datang petugas dari Kelurahan Pahandut, Puskesmas Pahandut, Dinas Sosial Kota Palangka Raya dan anggota Kodim 1016/Palangka Raya.
“Jadi pada tahun 2017, kita menemukan beliau dalam kondisi sakit. Terus kita bersama dinas sosial bergerak, mengumpulkan dana. Dulu beliau tidur dengan alas kardus,” kata relawan Human Community Palangka Raya (HCP), Vivi, Jumat (18/1/2019).
--page
“Beliau punya mimpi, yakni ingin pulang ke Semarang walaupun tidak ada tempat tinggal. Beliau ingin berada di panti jompo yang letaknya tidak jauh dari putrinya. Kami berharap pemerintah peduli,” imbuhnya.
Sunawi dulunya adalah seorang pekerja keras. Tahun 1982 silam, ia menginjakan kaki di Bumi Tambun Bungai. Sempat ke sejumlah daerah mencari nafkah hingga tempat terakhir yakni daerah Pujon, Kabupaten Kapuas sebelum pada akhirnya di Palangka Raya.
Selama perjalanan itu, ia memiliki seorang istri dan mendapat momongan. Namun entah apa penyebabnya, ia ditinggal oleh istri. Singkat cerita, Sunawi bertolak ke Semarang berikut menitipkan anaknya ke panti asuhan. Sunawi lantas kembali dan mencari nafkah. Hasilnya dikirim untuk sang putri tercinta.
“Jadi di Palangka Raya beliau mengais rezeki meminta di pasar besar karena beliau tidak bisa bekerja seperti orang normal. Jadi beliau mengais rezeki diberikan untuk anaknya,” bebernya.
Dia menambahkan, pada 2017 lalu, pihaknya pernah menghubungi pihak panti asuhan menanyakan putri Sunawi. Salah satu yang diperbincangkan adalah ada seorang dermawan yang ingin mengadopsi.
--page
Pihaknya kemudian memenuhi persyaratan sesuai yang diminta pengurus panti. “Tapi setelah dipenuhi ternyata meminta lagi jauh lebih dari itu,”ceritanya.
“Jadi sekarang kami akan berupaya untuk memulangkan bapak Sunawi dengan dana gotong-royong. Kami juga sedang memikirkan di panti jompo mana nanti beliau tinggal,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








