BORNEONEWS, Palangka Raya - Politisi Golkar Kota Palangka Raya, Surileli N Ladung menginginkan pesta Tiwah dapat menjadi agenda tahunan di Kota Cantik.
"Harusnya pesta Tiwah itu bisa diagendakan setiap tahun di Kota Palangka Raya, karena dari kegiatan yang sebelumnya itu ramai sekali pengunjungnya," kata Surileli, Sabtu (19/1/2019).
Pesta Tiwah itu, lanjut Surileli, merupakan pesta yang dilakukan oleh masyarakat Dayak yang beragama Kaharingan untuk mengantar para arwah orang yang sudah meninggal agar bisa masuk ke alam Nirwana (Sorga) atau ke Lewu Tatau.
"Lewu Tatau digambarkan sebagai tempat yang berpasir emas dan berkerikil intan berlian serta berbatu pualam, jamrud, dan lain-lain. Inilah keyakinan mereka yang beragama Kaharingan yang dilaksanakan turun temurun dari zaman nenek moyang orang Dayak, sampai dengan hari ini," jelas Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya ini.
Sementara agama lain, lanjutnya, seperti agama Islam, Kristen, dan lainnya itu terbilang agama yang baru muncul, setelah masuknya penjajahan di Indonesia.
--page
"Makanya kepercayaan masyarakat adat di sini menyatu dengan kebudayaan masyarakat Dayak juga. Patut kita lestarikan dan cintai. Toh akan ada imbal baliknya untuk pariwisata kita," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








