BORNEONEWS, Palangka Raya - Cempedak atau dalam bahasa Dayak disebut tiwadak saat ini sedang musim. Stok buah yang satu keluarga dengan nangka ini di pasaran sangat melimpah dan harganya murah.
Masyarakat tak hanya menikmati isinya. Tapi ada yang mengolah buahnya menjadi aneka gorengan. Dibalut tepung terigu, isi buah cempedak bisa langsung digoreng bersama dengan bijinya.
Bagi para orangtua Dayak, kebanyakan malah sangat menyukai biji cempedak yang direbus begitu saja. Cukup ditambahkan garam dalam air rebusan, rebus sampai mendidih dan biji cempedak empuk, sudah bisa menjadi teman bersantai sore hari.
Lain lagi dengan kulit cempedak. Bagian terluar yang seperti nangka itu dikupas sehingga hanya menyisakan bagian putihnya dan bagian yang menyelimuti isi cempedak.
"Kalau mau yang praktis ya yang sudah dikupas itu langsung saja digoreng. Paling ditaburi garam sedikit, lalu digoreng. Dimakan bersama sambal dan nasi hangat sudah mantap, tidak perlu tambahan lauk lain," kata Indu Eden, warga Kota Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








