BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Indonesia berpeluang mengembangkan minyak sawit sebagai bahan baku untuk bioenergi dan didukung melimpahnya pasokan minyak sawit.
Pada tahun lalu, produksi minyak sawit mentah atau crude palm Oil (CPO) Indonesia mencapai 42 juta ton. Dari total produksi tersebut, sebagian besar diekspor ke berbagai negara.
"Bioenergi berbahan baku minyak sawit sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia dan dunia," kata Peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Agus Kismanto, di Jakarta, Senin (21/1/2019).
Menurut Agus, pemerintah sudah melakukan banyak penelitian dan inovasi yang mumpuni guna memajukan produk hilir di Indonesia. Berbagai hasil penelitian dan inovasi dilakukan BPPT bekerja sama perguruan tinggi, perusahaan dan pihak lain guna memajukan industri hilir minyak sawit.
"Salah satu hasil penelitian tersebut bioenergi berbahan baku minyak sawit sangat berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai bioenergi. Sebab itu, penggunaan minyak sawit sebagai bioenergi harus terus didorong supaya menjadi sumber energi hijau dan terbarukan," papar dia.
--page
Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), MP Tumanggor, mengatakan keberadaan industri biodiesel di Indonesia masih jauh dari kapasitas industri. Untuk itu. Aprobi mendorong penggunaan konsumsi biodiesel lebih besar di Indonesia.
"Kami berharap konsumsi biodiesel bisa terus meningkat di Indonesia, seperti mandatori B30 diharapkan segera terealisasikan," ujarnya.
Pertamina, sebagai perusahaan milik pemerintah yang membantu pendistribusian dan penjualan biodiesel, juga memiliki peran penting terhadap kemajuan industri biodiesel nasional. (NEDELYA RAMADHANI/m)








