BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus, Titi Wati juga menjalani serangkaian terapi dalam mendukung mobilitasnya dan di antaranya adalah latihan otot.
Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja mengatakan latihan otot tersebut dilakukan untuk membiasakan otot Titi Wati tidak kaku karena telah lama tidak digerakkan.
"Kami latih ototnya pasien, supaya tidak kaku nantinya. Jadi hal itu juga akan ditangani di dokter fisioterapi yabgbakan mengawasi," ujarnya.
Selain pelatihan otot Titi Wati yang dibantu oleh dokter fisioterapi juga melakukan terapi untuk mobilisasi pasien.
Hal itu ditujukan untuk mencegah terjadi luka pada tubuh pasien akibat tirah baring yang lama.
--page
"Kami latih pasien untuk melakukan mobilisasi atau pergerakan untuk mencegah luka akibat baring lama yang bisa menimbulkan resiko infeksi. Jadi itu yang kami latih," jelasnya.
Dijelaskan jika dengan kondisi Titi Wati saat ini, meskipun sudah mampu bergerak seperti membalikkan badan atapun bergeser, namun Titi Wati masih belum mampu untuk berjalan. (AGUS/B-6)








