BORNEONEWS, Nanga Bulik- Pemerintah Kabupaten Lamandau memastikan bakal melibatkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menindaklanjuti laporan hasil reses anggota DPRD terkait dugaan proyek jalan tahun anggaran 2018 di Kecamatan Batangkawa yang pekerjaannya dinilai tidak beres.
"Menindaklanjuti hasil reses DPRD Lamandau yang disampaikan pada rapat paripurna lalu, khususnya soal pekerjaan peningkatan jalan di beberapa desa di Kecamatan Batangkawa yang diduga tidak beres, Pemkab Lamandau akan melibatkan BPK untuk melakukan audit," ungkap Bupati Hendra Lesmana seusai memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Kerja 2018 di Aula Bappeda, Senin (21/1/2018).
Hendra Lesmana menyebut, pemkab tidak ingin gegabah dalam menindaklanjuti laporan dugaan pekerjaan jalan yang tidak beres tersebut. Untuk itu, pemkab memutusan melibatkan auditor independen dalam melakukan pengecekan atau audit.
"Yang disampaikan pada saat paripurna itukan dugaan adanya pekerjaan tidak beres. Sehingga mereka minta pemkab melakukan audit dan pengecekan, nah nanti BPK-lah yang akan turun ke lapangan untuk melakukan tugas mengaudit. Nanti hasil audit BPK itulah yang menjadi laporan resmi apakah dugaan tersebut benar atau tidak?," katanya.
Bupati Hendra juga memastikan bahwa pemkab melalui inspektorat telah berkoordinasi dengan BPK terkait rencana pengecekan langsung ke lapangan. BPK juga telah mengkonfirmasi kesiapan mereka.
--page
Di tempat terpisah, Inspektur Inspektorat Lamandau Tahan Sandi, membenarkan bahwa pihaknya tekah berkoordinasi dengan BPK. Ia menyebut bahwa informasi terakhir, BPK akan mulai melakukan pengecekan lapangan pada akhir Januari 2019.
"Kita (Inspektorat) sudah berkoordinasi dengan mereka (BPK). Info terakhir mereka akan ke sini (Lamandau) dan akan mulai melakukan pengecekan terkait pekerjaan itu pada akhir bulan ini," sebut Tahan Sandi.
Sebelumnya, saat Rapat Paripurna pada Senin (14/1/2019), anggota DPRD dari daerah pemilihan II (Kecamatan Delang, Batangkawa, Belantikan Raya, dan Lamandau), mengungkap adanya dugaan pengerjaan proyek peningkatan jalan dengan anggaran miliaran rupiah yangtidak beres. Hal itu disampaikan juru bicara Tim Reses DPRD Dapil II Heriyanto.
"Masyarakat di sana menyampaikan bahwa pekerjaan peningkatan jalan Benakitan-Liku-Mangkalang-Karang Mas-Kina (kecamatan Batangkawa) yang dikerjakan PT. Borneo Multimedia Mandiri rahun anggaran 2018 dengan anggaran kurang lebih Empat Milyar Rupiah diduga tidak sesuai perencanaan," sebut Heriyanto.
Heri juga menyampaikan, hasil dari pengerjaan itu menyebabkan akses jalan tersebut sampai saat ini masih belum fungsional, terutama akses dari desa Mangkalan sampai Desa Karang Mas.
--page
"Masyarakat di sana meminta agar keluhan atau informasi terkait kondisi itu segera ditindaklanjuti. Adapun kami selaku anggota DPRD mengharapkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi serta mengharapakan agar pengerjaannya dituntaskan oleh kontraktor terkait hingga jalan tersebut dapat fungsional," sebutnya. (HENDI NURFALAH/B-3)








