SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun melelang logistik bekas pemilihan umum (Pemilu) yang sudah dipakai sejak 2004 lalu. 

"Hari ini kami melakukan lelang logistik bekas di KPU Kotim, dan berhasil dimenangkan oleh warga Semarang," ujar Pejabat lelang KPKNL Pangkalan Bun Muhamad Nur Misbahul Fuad, Senin (21/1/2019). 

Logistik yang di lelang di antaranya adalah surat suara pemilihan presiden, pemilihan gubernur, dan juga bupati di daerah ini, dengan jumlah 6.336 kilogram. Selain itu juga kotak suara berbahan aluminium dan juga berbahan kardus dengan jumlah 9.305 kilogram. 

"Adapun yang ikut lelang ada dua orang, yakni Sumarno dari Semarang, dan juga Herman Widagdo dari Sampit," kata Fuad. 

Sedangkan pemenang lelang sendiri yakni Sumarno, dengan nilai akhir lelang Rp109.290.950. Sedangkan limit awal yang ditawarkan kepada peserta lelang yakni Rp72.690.950. 

--page

"Dalam proses lelang ada 20 kali penawaran, dan akhirnya dimenangkan Sumarno dengan nilai Rp109.290.950. Sehingga berhasil naik Rp36.600.000 dari nilai limid awal," ungkap Fuad. 

Dengan adanya hal itu, maka pihak pemenang lelang diharuskan melunasi jumlah uang untuk pembayaran, yang batasnya hingga 28 Januari 2019 mendatang. Jika tidak dilakukan pelunasan hingga batas waktu tersebut, maka akan gagal. Dan akan dilakukan lelang kembali. 

Sementara Ketua KPU Kotim Siti Fathonah mengungkapkan, kami menjalankan instruksi dari KPU Pusat, untuk melakukan pelelangan bekas logistik. Dan prosesnya sudah selesai, dan penawaranpun mengalami kenaikan hingga Rp36.600.000.

"Alhamdulillah mengalami kenaikan dari penawaran awal. Dan prosesnyapun sudah berjalan dengan baik," terang Fathonah. 

Sementara surat suara dan kotak suara yang dilelang sendiri sudah digunakan enam kali, sejak 2004 yang lalu. Hal itu dilakukan, karena kotak suara digantikan dengan yang baru yank berbentuk transparan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)