BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan untuk memaksimalkan pengelolaan lahan pertanian perlu menambah alat mesin pertanian (alsintan).
"Lahan kita luas, tetapi penduduk sedikit. Untuk (menggarap) secara manual 1 hektare saja sudah agak berat. Makannya solusinya adalah menambah alsintan," kata Windu Subagio, Senin (21/1/2019).
Menurutnya, dengan alsintan, semua pekerjaan petani dalam mengelola lahan menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien.
"Contoh, saat panen, mungkin kalau pakai anai-anai, 1 hektare bisa beberapa hari. Tetapi dengan alat yang namanya mesin komben itu bisa sehari selesai," kata Windu.
Selain itu, Windu optimistis daerahnya bisa mencapai swasembada pangan di tahun 2019.
--page
"Dengan 1.500 hektare saja, dengan panen 4 ton dan dua kali panen, itu kita sudah swasembada bahkan surplus. Sesuai laporan bahwa ada 1.700 hektare yang ditanami," pungkas Windu Subagio. (NORHASANAH/B-11)








