BORNEONEWS, Palangka Raya - Berat tubuh Titi Wati yang mencapai 220 kilogram itu, dampak dari pola makan yang tidak sehat.
Dengan pengalaman itu dan dicap sebagai wanita terberat di Kalimantan Tengah, Titi Wati berpesan kepada masyarakat agar tidak mengikuti jejaknya.
“Saya minta kepada masyarakat apalagi ibu-ibu untuk jaga pola makannya. Kalau ngemil jangan kebanyakan. Intinya kontrol makanan, takutnya nanti seperti saya,” kata Titi Wati, Senin (21/1/2019).
Titi Wati dulunya suka ngemil. Menu favoritnya adalah gorengan, ditambah lagi minum es sirup dalam jumlah banyak.
“Kalau sudah masuk tengah hari sampai sore itu ngemil terus. Paling sering dan banyak gorengan. Ditambah lagi es sirup, sampai bergelas-gelas,” kata Titi Wati.
Kini Titi Wati harus berjuang mengurangi berat tubuhnya dengan melakukan program diet ketat yang dirancang tim RSUD dr Doris Sylvanus, pascaoperasi bariatrik untuk memulihkan berat idealnya. (AGUS PRIYONO/B-11)








