SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kapal nelayan menyerbu kapal induk yang ditumpangi Bupati Sukamara, Windu Sibagio, saat proses syukuran laut di Kecamatan Jelai.

Pasalnya, nelayan ingin mendapatkan siraman air dari bunga yang ditaburkan ke laut. Air bercampur bunga dan wangi-wangian itu diberikan doa-doa dan dipercaya membawa berkah bagi nelayan. 

"Kita berusaha untuk mendapatkan sisa air yang dilemparkan bupati," kata Kacon, salah satu nelayan, Selasa (22/1/2019)

Menurutnya, air tersebut dapat disiramkan ke kapal atau dicampur dengan air mandi. Dengan harapan menjadi berkah dan bisa meningkatkan hasil melaut.

"Air itu sudah diberikan banyak doa, sepeti doa selamat dan lainnya oleh para tetua di Jelai. Makanya, airnya menjadi rebutan warga." kata dia.

--page

Dia mengatakan, kepercayaan seperti itu memang sudah membudaya. Syukuran laut juga merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Kecamaran Jelai atas jasil tangkapan yang diraih selama 2018. (NORHASANAH/B-11)