MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H Nadalsyah meminta kepada Direktur Utama (Dirut) RSUD Muara Teweh agar melaporkan permasalahan atau kendala yang terjadi di rumah sakit.

Sehingga, kata Nadalsyah, dapat dirapatkan untuk mencari jalan keluar dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.

“Selain itu juga diharapkan adanya efesiensi anggaran, namun pelayanan tetap berjalan dengan baik. Akan tetapi apabila itu untuk kebutuhan pekerja di RSUD Muara Teweh jangan sampai ditiadakan,” tegasnya, Selasa (22/1/2019).

Kemudian, kepada dokter dan perawat diminta agar jangan ragu-ragu lagi untuk memberikan pelayanan karena kekurangan anggaran di rumah sakit. “Apabila anggaran pemerintah daerah tidak mencukupi, hal ini juga ada dukungan dari pihak perbankan yang ada di Kabupaten Barito Utara. Demi untuk menutupi oerasional yang ada di rumah sakit,” jelas bupati yang akrab disapa Koyem ini.

Koyem juga meminta kepada pihak RSUD Muara Teweh agar memaksimalkan ruang yang ada. Selain itu, kepada pihak laboratorium yang ada di rumah sakit agar lebih teliti dan memaksimalkan diagnosa penyakit terhadap pasien. Karena hasil diagnosa merupakan acuan bagi dokter untuk memberikan pelayanan. 

--page

“Karena banyak keluhan dari masyarakat bahwa diagnosa dari Rumah Sakit Muara Teweh berbeda jauh dengan diagnosa dari rumah sakit, klinik dan laboratorium di daerah lain. Karena saya melihat, alat yang ada di RSUD Muara Teweh sudah cukup canggih juga ini harus disesuaikan dengan SDM yang ada,” katanya. 

Ia juga menyampaikan, untuk ketersediaan obat-obatan jangan sampai kurang bahkan habis. “Bagaimanapun satu bulan sebelum habis sudah bisa dilaporkan, baik mengenai keterbatasan keuangan rumah sakit maupun penyediaan obat, sehingga bisa dibantu untuk memikirkannya,” tukasnya. (RAMADHANI/B-2)