KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Petugas Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas terus melakukan pendampingan kepada para pembudidaya ikan lele yang menggunakan sistem Bioflok agar hasil yang diperoleh dapat optimal dan baik, mengingat program bantuan tersebut juga dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kapuas Darmawan melalui Kasubag Umun dan Perencanaan, Samudi mengatakan bantuan ini merupakan tahap pertama dan diharapkan pada tahun kedua akan ditingkatkan lagi produksinya.

Salah satu cara yang dilakukan pihaknya dalam pemeliharaan adalah dengan melakukan pendampingan.

"Setiap masalah yang ada dicatat untuk dijadikan bahan untuk dicari pokok permasalahannya. Petugas pendamping atau yang biasa disebut penyuluh aktif terus di lapangan yang selalu melakukan koordinasi," ucap Samudi, Rabu (23/1/2019).

Dia menuturkan para penyuluh yang mendampingi itu mengecek dan melihat dalam prosesnya sampai dalam tiga bulan sebanyak dua kali dilakukan sortir atau penyaringan bagi lele, karena lele tidak besar secara bersamaan.

"Sortir tersebut bertujuan memisahkan yang besar, kecil dan sedang untuk lebih efektif dan menghindari kematian dari ikan lele yang dapat mengurangi produksinya," ucapnya.

Pihaknya berharap dari upaya yang dilakukan tersebut hasilnya nanti dapat terus maksimal, sehingga berdampak positif bagi para pembudidaya ikan lele khususnya di Kapuas.

"Karenanya pendampingan ini penting dan akan terus dilakukan," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)