BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah 18 hari hidup di dunia, bayi Rahmad Hidayat bayi yang lahir tanpa batok kepala mengembuskan nafas terakhir di RSUD Sultan Imanuddin, Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.
Rahmad Hidayat merupakan anak warga Jalan Gusti Abdullah, RT 3, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kotawaringin Barat (Kobar).
Jenazah bayi Rahmad, dibawa ke rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB dan dikebumikan sekitar pukul 09.00 WIB.
Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fachruddin menjelaskan dari beberapa kasus kelahiran Indonesia bahkan dunia, bayi yang lahir tanpa batok kepala tidak bisa bertahan hidup lama.
"Karena batok kepala merupakan organ vital yang di dalamnya ada otak. Jika tanpa pelindung, rentan masuk bakteri atau virus. Jadi kemungkinan hidup itu sangat kecil. Tapi kita tetap berusaha maksimal. Semua ditentukan Tuhan YME," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)








