BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah mengunjungi Kota Banjarmasin, Kalsel dan Kota Balikpapan, Kaltim menjadi daerah yang dikunjungi Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah dan rombongan untuk melakukan kaji banding pengelolaan sampah.
Kedatangan Bupati Kobar Rabu (23/1/2019) tersebut disambut langsung oleh Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.
Terkait kunjungan tersebut bupati menjelaskan bahwa pihaknya melakukan diskusi bersama jajaran Pemko Balikpapan yang dititikberatkan pada pengelolaan sampah, khususnya sanitary landfill yang sudah diterapkan di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Selain itu kita juga mempelajari kebijakan yang telah diterapkan di dalam pengelolaan sampah sehingga Kota Balikpapan juga berhasil mempertahankan penghargaan Adipura. Sanitary landfill adalah sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan kemudian menimbunnya dengan tanah," jelas bupati, Kamis (24/1/2019).
Menurutnya kelebihan dari sistem sanitary landfill ini mampu memanfaatkan sampah menjadi penghasil energi, karena sampah mengeluarkan gas metana yang bisa dijadikan bahan bakar atau sumber energi.
"Dalam kaji banding ini kita juga mengunjungi TPA Manggar. Ada yang unik dari TPA ini. Selain mampu menghasilkan energi dari pengolahan sampah, Pemko Balikpapan juga menjadikan tempat ini menjadi destinasi wisata," ujarnya.
Pasalnya energi dari gas metana yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai bahan bakar sauna atau mandi uap hangat.
"Kita akui berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh daerah lain akan menjadi referensi untuk menyusun kebijakan bagi Kobar. Namun tentu saja diperlukan berbagai penyesuaian, sehingga kebijakan yang diambil memiliki manfaat maksimal bagi masyarakat Kobar," jelasnya. (YUDA/B-6)








