BORNEONEWS, Palangka Raya- Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy, mengatakan bahwa anggaran perawatan traffic light atau lampu pengatur lalu lintas sangat minim.
Akibatnya, sejumlah traffic light yang mati di Kota Palangka Raya tidak kunjung diperbaiki. "Untuk perawatan traffic light per triwulan itu anggarannga hanya Rp50 juta. Menurut kami itu sangat sedikit," kata Eldy, Kamis (24/1/2019).
Selain dana yang minim, waktu untuk melakukan perbaikan beberapa yang mati itu juga menurutnya memerlukan waktu secara bergantian. "Waktunya itu harus antre karena kan ini berhubungan dengan PLN," jelasnya.
Hal ini semakin dipersulit dengan adanya beberapa alat yang rusak atau baterai yang hilang dicuri seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Itu harganya cukup mahal, bahkan harus memesan dari luar daerah, harus menunggu barangnya datang lagi. Sehingga tidak bisa cepat perbaikannya," sesalnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








