BORNEONEWS, Buntok– Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tercatat ada 17 ribu lebih masyarakat Kabupaten Barito Selatan menderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama 2018.
“Penyakit ISPA nomor satu terbanyak dari 10 besar penyakit yang dialami masyarakat. Jumlahnya 17 ribu lebih penderita selama 2018,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Barsel Zainah Rusianah, Kamis (24/1/2019).
Adapun ke-10 penyakit terbanyak di Barsel sepanjang 2018, yakni ISPA 17.325 penderita, tekanan darah tinggi 10.394 penderita, gastritis 6.752 penderita, dispesia 4.459 penderita, diare 3.456 penderita, commod cold atau flu 3.443 penderita, rematoid artritis 2.336 penderita, demam tipoit 1.742 penderita, pharingitis 1.707 penderita, dan terakhir penyakit kulit alergi atau urticaria 1.582 penderita.
Menurut dia, jika dilihat dari 10 macam penyakit terbanyak tersebut, penyakit tidak menular sudah mencapai peringkat kedua.
“Itu artinya, kita sudah mengetahui bahwa penyakit tidak menular banyak terjadi di tengah masyarakat seperti hipertensi,” beber dia.
--page
Untuk meminalisasinya ke-10 penyakit terbanyak itu, pada 2019 ini pihaknya sudah menindaklanjutinya ke puskesmas, bahwa penyakit tidak menular sudah memasuki urutan kedua.
Artinya, lanjut dia, interpensi program akan dilaksanakan di seluruh puskesmas di enam kecamatan di Barsel.
Ia menambahkan, penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan. Namun, hipertensi juga dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi garam, tidak merokok, serta menghindari minuman beralkohol.
“Selain itu, diet sehat, tidak obesitas atau kegemukan, dan melakukan aktivitas fisik setiap hari,” saran dia.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menghindari makanan yang tinggi natrium seperti garam dapur, kue asin, kripik asin, makanan yang diawetkan, bumbu kecap, penyedap rasa, dan yang lainnya. (URIUTU DJAPER/B-3)








