BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur H Supriadi menyoroti kembali keberadaan Forum CSR yang dibentuk pemerintah daerah beberapa waktu lalu.
Mestinya, kata dia, jalan di utara Kotim yang rusak itu harus segera ditangani melalui Forum CSR yang konon katanya untuk mengkoordinasi pelaksanaan program CSR yang selama ini tidak terkoordinasi dengan baik.
Supriadi mengakui, apabila memang ada kepedulian untuk wilayah pelosok itu perusahaan dan kegiatan CSR mestinya tidak melihat ststus jalan sehingga harus segera ditangani.
“Sekarang mana Forum CSR itu, mestinya melalui CSR jalan itu bisa bagus dan mulus," kata dia, Jumat (25/1/2019).
Ada beberapa perusahaan di sana, kata dia, sehingga ia ingin agar jalan itu djadikan jalan di bawah konsursium. Apakah itu jalan kabupaten atau provinsi, dana CSR wajib segera masuk untuk memperbaikinya.
--page
"Tapi yang jadi pertanyannya apakah Forum CSR yang punya cita-cita untuk pembangunan itu berjalan atau tidak," katanya mempertanyakan.
Ketua DPD Golkar Kotim ini juga meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Kotim untuk aktif memetakan jalan yang rusak di kawasan pelosok. Dengan begitu, pemerintah daerah punya modal untuk maju dan mendesak pemerintah provinsi untuk menganggarkannya.
Jika Dinas PUPR juga tutup mata maka persoalan kerusakan jalan itu tidak akan ada habisnya. Meski di pedalaman ada kegiatan proyek provinsi, itu tidak lama kembali rusak jika pihak terkait tidak mengawasinya.
"Ya salah satunya karena jalan itu untuk angkutan kayu logging misalnya. Artinya berapapun anggaran untuk pembangunan selama bobot kendaraan di atas kemampuan jalan maka kondisinya akan rusak sepanjang zaman, begitu juga angkutan perkebunan harus dibatasi," pungkasnya. (NACO/B-2)








