BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi terus mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak terlibat politik praktis karena melanggar hukum tentang kepegawaian yang diemban mereka.
"Saya tidak akan henti-hentinya mengingatkan kepada ASN untuk tidak terlibat politik praktis," ujar Supian, Minggu (27/1/2019).
Hal itu diungkapkanya karena tidak menginginkan ASN yang bertugas di Kotim ini malah melanggar hukum yang berlaku, hanya karena terlibat dalam politik.
Keadaan tersebut tentunya akan mengganggu kinerja mereka dalam bidang pemerintahan. "Tenru kalau bermasalah akan berdampak pada kinerja mereka. Hal itulah yang tidak saya inginkan," katanya.
Dia tidak melarang bahkan menganjurkan agar ASN menentukan pilihannya pada saat Pemilu April 2019 mendatang. Namun jangan sampai terlibat kampanye atau hal semacamnya, karena itu sudab melanggar aturan yang berlaku.
"Kalau ingin mendengar visi misi calon legislatif dan presiden melalui televisi atau linnya boleh saja, namun jangan terlibat kampanye," ungkapnya.
Dia juga tidak menampik adanya ASN yangf ikut mengkampanyekan calon yang bertarung di pemilu April 2019. Namun dia meminta kepada masyarakat agar lebih memilih hati nurani dibandingkan omongan ASN yang berkampanye tersebut.
"Kalau ada ASN yang kampanye, saya rasa masyarakat sudah pintar untuk menentukan pilihannya. Jadi tidak terlalu berpengaruh," ucapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








