PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Warga yang sedang asyik bersantai di kawasan water front city, Kampung Pelangi, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar),  Minggu (27/1/2019) sore, mendadak heboh.

Pasalnya Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan istrinya Yulistra Ivo Azhari beserta keluarga, terlihat berjalan santai sambil menikmati ragam kuliner yang dijajakan di tempat itu.

Didampingi Bupati Kobar Nurhidayah dan suaminya HM Ruslan AS, kesempatan bersantai sore tersebut dimanfaatkan Gubernur dan Bupati untuk berinteraksi dengan masyarakat.

"Jalan sore sambil bersantai di pinggiran Sungai Arut ini memang sudah sering saya lakukan sejak dulu. Jadi sebenarnya acara ini tidak direncanakan," ungkap Gubernur.

Saat ditanya terkait kehadiran water front city, Gubernur mengaku mengapresiasi hal itu.

--page

"Hal ini sangat menarik. Karena  menimbulkan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi warga sekitar dari segi pariwisata dan kuliner. Dengan adanya proyek pemerintah ini, dampaknya bisa dirasakan langsung masyarakat. Mereka bisa berjualan berbagai macam kuliner lokal dan lainnya," tutur Gubernur.

Menurut Gubernur, terobosan pembangunan tempat wisata baru yang digagas Bupati Kobar sangat luar biasa.

"Karena seperti yang sudah saya sampaikan tadi, dampak postifnya ke masyarakat sangat luar biasa. Setelah melihat hal yang positif ini rencananya pada 2020 nanti, Provinsi Kalteng akan memberikan bantuan sebesar Rp25 miliar untuk tahapan lanjutan pembangunan proyek water front city ini," jelas Gubernur.

Saat ditanyakan tentang aset Pemprov Kalteng yang terkena proyek pembangunan water front city ini, Gubernur mengatakan aset tersebut akan dihibahkan seluruhnya ke Pemkab Kobar.

"Sebenarnyaa gampang saja. Ini kan hubungannya antara pemerintah dan pemerintah. Tidak perlu dibikin susah prosesnya," tegas dia.

--page

Ia juga mengapresiasi ide Bupati Kobar untuk menghidupkan perekonomian masyarakat dan berharap hal ini bisa diikuti kabupaten lain yang terdapat aliran sungai di kotanya.

Di tempat yang sama, Bupati Kobar mengaku merasa bangga melihat geliat pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar proyek water front city.

"Walau sebenarnya ini masih dalam proses pengerjaan, ternyata sudah disambut masyarakat dengan antusias dan positif. Karena tujuan utama kita dalam pembangunan proyek water front city ini untuk menimbulkan geliat perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Tentunya hal ini menjadi kebanggan bagi masyarakat Kobar. Bahwa salah satu visi misi pembangunan kita adalah di bidang pariwisata bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," sebut Bupati. (KRIDA/B-3)