JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tren penguatan harga minyak sawit terus terlihat dalam beberapa hari perdagangan terakhir di bursa komoditas, terutama ditopang proyeksi penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia.
 
Menurut analis teknikal Reuters untuk komoditas dan energi, harga minyak sawit akan kembali menguat menuju level RM2.351 per ton, setelah berhasil menembus resistance di RM2.322. 

"Resistance ini teridentifikasi sebagai uptrend level proyeksi 276,4% dari level RM1.979," ujarnya seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019). 

Momentum penguatan terbukti lebih kuat dari yang diperkirakan, sehingga akan lebih mudah mendorong harga di atas level resistance kuat sebelumnya di RM2.304.

"Berdasarkan tren bullish itu, minyak sawit bisa melonjak ke level RM2.390. Target realistis adalah RM2.351, dan bila tembus di atas level tersebut dapat mendorong ke level RM2.380," imbuhnya.

--page

Pada chart harian, minyak sawit telah menembus di atas level resistance RM2.321, level proyeksi 76,4% dari gelombang turun (C) dari RM2.896. 

Ketika harga bertahan kuat di atas level resistance itu, target bullish di RM2.431 akan terbentuk.

Adapun harga acuan minyak sawit kontrak April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,6 persen menjadi RM2.297 ($554,94) per ton pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. (NEDELYA RAMADHANI/m)