PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pulahan nelayan Desa Kubu, Kecamatan Kumai, yang mendatangi kantor bupati Kotawaringin Barat (Kobar), akhirnya diberi izin menemui Bupati Nurhidayah.

Namun, tidak semua nelayan diperkenankan menemui Bupati. Hanya, lima perwakilan mereka yang diizinkan. 

Lima perwakilan nelayan yang ditunjuk yakni Iskarudin, Rianto, Ahmadyani, Sahriansyah, dan Saprudin. Semuanya nelayan asal Desa Kubu.

Di hadapan Bupati, perwakilan nelayan menyampaikan keluhan mereka terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN).

Kondisi ini sudah mereka alami sekitar tiga bulan terakhir. Sehingga ratusan nelayan Desa Kubu, Kecamatan Kumai, tidak dapat melaut.

--page

Sahriansyah mengatakan, pihaknya menduga kelangkaan disebabkan adanya permainan atau kecurangan dari pihak SPDN. Modusnya dengan mengurangi jatah BBM nelayan.

"Kami para nelayan hanya mendapatkan jatah dari SPDN 15 liter. Sedangkan jatah subsidi kami adalah 20 liter, dan selalu dipermaikan dengan hal itu," ungkapnya. (Andreansyah/B-3)