BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan drainase yang berada di dalam Kota Sampit dituntut mampu menyelesaikan persoalan banjir selama ini. Itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi, Selasa (29/1/2019)
Menurutnya kota Sampit mesti bebas dari banjir karena hujan, karena daerah sudah banyak keluarkan anggaran untuk urusan drainase.
"Untuk paket tahun jamak ini saja sudah di atas Rp50 miliar dananya. Jadi kalau masih banjir dana itu jadi sia-sia,” katanya.
Di dalam kota ini kata dia penyebab banjir di saat musim hujan ini salah satunya karena saluran pembuangan yang ada itu tidak berfungsi dengan baik.
Dari itu dia berharap dengan drainase ini selain di kualitas pelaksanaan yang maksimal.
Dia juga minta jangan sampai ini nanti berakhir pekerjaanya estetika kota yang sudah ditata dan dibangun jadi rusak.
--page
Dia meyakini jika drainase itu berfungsi nantinya maka bisa mengatasi banjir. Apalagi program itu dianggarkan dan diajukan ke DPRD sudah melalui kajian teknis dan analisis
Diketahui, saat ini pengerjaan proyek drainase dalam Kota Sampit mulai berjalan. Proyek yang dilaksanakan dengan sistem tahun jamak atau multiyears itu akan berakhir ditahun 2020 mendatang.
Saat ini tahap pembongkaran dan pemasangan beton drainase precast. Pengerjaan tahap pertama di jalan protokol ini membuat jalur kiri harus di tutup total.
Lebih dari dua pekan pengerjaan terus berjalan di kawasan Jalan A Yani Sampit itu. (NACO/B-6)








