BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perbaikan jalan Desa Ginih-Desa Kinipan Kecamatan Batangkawa yang dilakukan tiga perusahaan swasta secara konsorsium dipastikan sudah dimulai.
Perbaikan jalan oleh PT Sawit Mandiri Lestari (SML), PT Sawit Lamandau Raya (SLR) dan PT Amprah Mitra Jaya berupa peningkatan jalan itu sudah dimulai sejak 28 Januari 2019.
"Alhamdulillah proses perbaikan jalan tersebut (Ginih-Kinipan) saat ini sedang berlangsung. Sebagaimana yang direncanakan pengerjaan dimulai pada hari kemarin (Senin, 28 Januari 2019)," kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, Selasa (29/1/2019).
Hendra menyebutkan, perbaikan jalan akses Desa Ginih-Desa Kinipan sepanjang 4 Km itu merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata tiga perusahaan swasta di Lamandau untuk turut serta dalam membangun daerah.
Karena perbaikan jalan dilakukan dengan cara konsorsium ketiga perusahaan tersebut tanpa APBD.
--page
Hendra juga menjelaskan terwujudnya pengerjaan perbaikan jalan di Kecamatan Batangkawa oleh tiga perusahaan swasta yang kini berlangsung, berawal dari upaya Pemkab Lamandau dalam mencari solusi untuk perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah dan tidak fungsional.
Di sisi lain, kata Hendra, kondisi anggaran dari APBD Lamandau saat ini tidak memungkinkan, sehingga pemkab melalui leading sector-nya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Lamandau melakukan koordinasi dengan perusahaan sekitar.
Hasilnya, koordinasi itu berbuah kesanggupan perusahaan melakukan perbaikan secara konsorsium.
Berdasarkan laporan yang didapat, Hendra Lesmana juga mengkui pihak yang bekerja di lapangan sempat mendapat sedikit kendala dalam proses perbaikan jalan tersebut, antara lain penentuan titik quari latrit di daerah Desa Kinipan.
"Infonya di daerah Kinipan ini ada yang punya quari tapi gak bersedia latritnya digunakan. Tapi hal itu sudah diatasi dengan dipilihnya titik lain atas petunjuk aparat Desa Ginih. Itu saja. Secara umum, kini pengerjaannya tidak terhambat dan tengah berlangsung," jelasnya.
Hendra berharap agar perbaikan jalan Ginih-Kinipan itu didukung oleh semua pihak, utamanya masyarakat, mengingat azas manfaat yang diperoleh dari adanya perbaikan jalan di daerah tersebut nantinya begitu besar.
"Mari kita dukung perbaikan jalan secara gotong-royong ini. Mari semua pihak kita berkolaborasi untuk bahu-membahu membangun daerah ini," harapnya.
Diketahui, dalam prakteknya ketiga perusahaan yang mengerjakan perbaikan jalan secara konsorsium itu membagi tugas dan peranannya.
Ada yang menyiapkan BBM untuk alat berat, ada yang menyiapkan sejumlah unit alat berat dan ada juga yang menyiapkan armada untuk mobilisasi dan operasionalnya. (HENDI NURFALAH/B-6)








