SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Pihak KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir menjalin kerja sama dengan pihak swasta terkait pengembangan hutan produksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ada sejumlah komoditas yang akan dikembangkan dalam rangka penanganan hutan dan lahan kritis.

"Ada empat komoditas yang akan dikembangkan dalam kerja sama ini," ujar Kepala KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir Abdurrahman Hakim, Selasa (29/1/2019).

Empat komoditas tersebut yakni pengembangan dan budidaya hasil hutan bukan kayu dalam rangka pengelolaan hutan lestari, jenis tanaman HHBK sekaligus dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan kritis, jenis tanaman kelapa dalam, rotan, bambu, dan jambu mede, dan gula kelapa. 

"Semua pengembangan tersebut tentunya tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga pendapatan daerah," kata Abdurrahman.

--page

Namun, dalam pengembangan komoditas tersebut, ada beberapa tantangan yang dihadapi. Di antaranya kondisi biofisik areal kelola merupakan lahan gambut, regulasi tentang pemanfaatan lahan gambut, dan ketergantungan sumber mata pencarian masyarakat pada hasil hutan kayu.

Abdurrahman berharap, kerja sama itu bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan peningkatan kesejahteraan. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)