BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Hary Rahmad Panca Setia menilai kepedulian dari pengusaha di daerahnya masih kurang. Salah satunya terhadap kerusakan parah jalan di pedalaman.
Seandainya semua perkebunan peduli, maka kerusakan jalan tidak akan separah saat ini yang menyebabkan jalan jadi kubangan lumpur.
Bahkan yang turut disayangkan kata dia jalan itu sama-sama dilewati baik itu perusahaan dan masyarakat.
Kondisi ni tentunya harus jadi perhatian bersama untuk mengarahkan dana CSR agar diarahkan melalukan perbaikan jalan yang kerap rusak tersebut.
Menurut Hary kalau perusahaan punya rasa kepedulian jalan tersebut harusnya segera dikerjakan bersama-sama melalui program CSR atau konsursium. Karena dengan itu mampu mengatasi masalah kerusakan jalan itu.
Selain itu penanganan jalan di pedalaman ini juga harusnya bisa diselsaikan melalui program CSR seluruh perusahan yang ada di sekitar.
Sayangnya program CSR itu selama ini tidak pernah terdengar bisa kompak diarahkan untuk pembangunan jalan.
Hary juga mengkritisi angkutan loging yang melebihi batas dan kemampuan jalan itu yang selama ini tidak ada tindakan tegas dan dibiarkan bebas oleh pemerintah.
"Alasan tidak ada jalan lain bukan jadi pembenaran atas pelanggaran tersebut. Apalagi status jalan negara yang dibangun melalui APBD. Kalau berbicara tidak ada jalan lain justru salah, sebab negara sudah menegaskan bahwa jalan untuk angkutan perkebunan, kehutanan dan pertambangan untuk membangun jalan khusus bukan lagi melewati jalan umum itu," tandasnya. (NACO/B-6)








