PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gedung Teater Tertutup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya ternyata sudah 10 tahun tidak terawat.

Gedung itu gagal dipinjam oleh KPU untuk penyimpanan logistik pemilu 2019. Ini berdasarkan hasil pengecekan bersama yang melibatkan Bawaslu dan pemerintah kota, Rabu (30/1/2019).

Alasannya adalah karena kotor dan bagian titik atap bocor bila turun hujan. Hal ini juga tidak ditampik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Norma Hikmah. 

"Sudah ada sekitar 10 tahunan ya," katanya. Ia menuturkan salah satu penyebab tidak terawat karena terkendala dengan anggaran. Bahkan untuk mengelola aula juga menggunakan anggaran pas-pasan.

"Anggaran untuk perawatan itu tidak ada," ungkapnya. Dalam hal ini, KPU akhirnya memilih aula atau gedung olah seni yang letaknya tidak jauh dari gedung sebelumnya.

Bedanya, aula berbayar perhari Rp500 ribu untuk pendapatan asli daerah. Namun, demi kelancaran akhirnya gratis.

"Sudah disepakati karena gedung di belakang (Teater) kondisinya memang seperti itu (tidak layak)," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)