SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Supriadi mengaku, sejak berdirinya Forum Corporate Social Responsibility (CSR), ternyata belum memberikan kontribusi kepada daerah.

Supriadi menyatakan, dalam pertemuan dengan Pemkab Kotim serta sejumlah manajemen perusahaan besar swasta (PBS), beberapa waktu lalu, terungkap bahwa selama ini pelaksanaan CSR masih asal-alasan.  

Pemkab Kotim, lanjutnya, mengklaim sudah membentuk forum sebagai wadah untuk mengomunikasikan dan mengkoordinasikan CSR. Namun ternyata hanya sekadar organisasi tanpa ada kontribusi.

"Realisasi pelaksanaan CSR dari forum tidak ada sama sekali. Saya melihat semangat awal saat mendirikan forum tersebut tidak tercapai sama sekali," tukasnya.

Ia menganggap forum CSR jadi organisasi stagnan. Ia bahkan berani mengatakan forum CSR tidak ada kontribusinya dan yang penting asal dibentuk. Setelah itu selesai dan bubar atau tidak jalan lagi karena sudah melihat kondisi sebenarnya.

--page

Menurut Supriadi, pelaksanaan CSR ke depan diharapkan lebih  terkoordinasi. Pemerintah tidak bisa lepas tangan dalam fungsi sebagai koordinator. Jangan seperti saat ini pemerintah kabupaten masih terkesan  lamban dalam menindaklanjuti persoalan. (NACO/B-3)