BORNEONEWS, Sampit - Kabut tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di daerah aliran Sungai Mentaya, pada Jumat (1/2/2019).
Belum diketahui penyebab dari kabut tersebut, apakah akibat asap atau karena embun pagi. Namun yang pasti, keadaan tersebut cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan dan juga perahu yang melintas di aliran sungai.
Seperti yang dikatakan oleh Oyong, salah seorang motoris kelotok yang melayani penyeberangan Sampit-Seranau. Menurutnya, kabut yang terjadi pada pagi ini tidak seperti biasanya. Kabut cukup tebal dan mengganggu pandangan.
"Memang kabutnya cukup tebal, namun masih bisa terlihatlah untuk jarak sekitar 30 meter," ujar Oyong.
Meskipun mengalami kabut, masyarakat tidak merasa mencium adanya aroma asap ataupun bau bakaran. Sehingga diduga kuat kabut yang terjadi karena adanya embun yang cukup tebal.
--page
"Mungkin kabut ini akibat embun, karena tidak tercium bau asap ataupun lainnya," kata Oyong.
Walaupun cukup tebal, kabut tersebut tidak bertahan begitu lama. Kabut tebal mulai terlihat sekitar pukul 05.00 WIB dan mulai berangsur hilang hingga sekitar pukul 06.40 WIB. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








