BORNEONEWS, Sampit - Kabut ctebal yang menyelimuti Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata tidak hanya mengganggu motoris perau kelotok penyebrangan saja. Namun juga proses sandarnya KM Kirana III di Pelabuhan Sampit.
"Tentu hal ini cukup mengganggu dan harus diwaspadai. Karena jarak pandang cukup terganggu dengan kabut ini," ujar Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Sampit Hendrik, Jumat (1/2/2019).
Dengan adanya hal tersebut, nahkoda kapal harus berhati-hati. Karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, baik itu benturan dengan pelabuhan, maupun sejumlah perau kelotok yang sedang lalu lalang di Sungai Mentaya ini.
"Kalau pagi aktivitas kelotok makin padat, dan itulah yang kami khawatirkan dengan adanya kabut tersebut," kata Hendrik.
Sementara itu, KM Kirana III tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 06.40 dari Surabaya dengan mengangkut penumpang sebanyak 256 orang, dan kendaraan sebanyak 35 unit dengan berbagai tipe.
--page
"Alhamdulillah untuk proses sandar kapal berhasil dilakukan dengan baik, tanpa ada gangguan. Meskipun kabut tebal terjadi di aliran sungai ini," ungkap Hendrik. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








