BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyebut bus rapid transit (BRT) yang baru saja diresmikan bukan diperuntukan untuk mengangkut anak-anak sekolah.
“Memang seyogyanya bukan untuk pendidikan. Tapi tidak menutupkemungkinan bisa. Sudah dibincangkan, kalau memang ada kesempatan bus tersebut bisa angkut anak sekolah,” kata Fairid, Jumat (1/2/2019).
“Dengan catatan, sekolah tersebut tidak dilewati oleh angkutan umum,” ungkapnya. Dia menuturkan sebenarnya bus tersebut dikhususkan untuk membantu masyarakat Kota Palangka Raya yang daerahnya belum dijangkau angkutan umum.
Selama lima bulan ke depan, pihaknya akan memberikan pelayanan secara cuma-cuma alias gratis.
“Setelah selesai tahap uji coba (selama lima bulan), tentunya akan digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi ke depan, ada pungutan sesuai kemampuan masyarakat. Tapi itu masih nanti,” tuturnya.
Fairid berharap keberadaan bus tersebut bisa membantu masyarakat. Di sisi lain, ia juga berpesan kepada dinas perhubungan untuk merawat, sehingga bus bantuan dari Kementerian Perhubungan itu selalu nyaman dipakai. (BUDI YULIANTO/B-6)








