LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tiga perusahaan swasta yakni PT Sawit Mandiri Lestari (SML), PT Amprah Mitra Jaya (AMJ) dan PT Sawit Lamandau Raya (SLR) sejak 28 Januari 2019 bahu membahu melakukan perbaikan jalan kabupaten khususnya akses dari dan menuju Desa Ginih-Desa Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau secara konsorsium. 

Perbaikan jalan yang dikerjakan di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lamandau itu berlangsung atas kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, tiga perusahaan swasta serta pihak-pihak terkait dalam menyikapi kondisi jalan di daerah tersebut yang mengalami kerusakan parah hingga menyulitkan masyarakat dengan waktu yang sudah menahun. 

Perbaikan yang saat ini berlangsung mulai dari penyapuan, peningkatan hingga pemadatan latrit di spot-spot yang ditentukan sepanjang 4 km lebih itu, sangat diapresiasi masyarakat pengguna jalan utamanya masyarakat.

Upaya perbaikan itu juga diakui telah memudahkan masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas rutin, termasuk anak-anak di desa-desa sekitar untuk berangkat sekolah. 

"Selama ini yang menjadi salahsatu kekhawatiran kami adalah anak-anak sekolah. Kami kasihan mereka mau sekolah saja sulit karena jalannya rusak. Padahal dari sini, kebanyakan mereka yang sekolah SMP atau SMA itu kan ke Benakitan atau ke Kinipan, kebanyakan ke Kinipan karena ibukota kecamatan (Batangkawa)," ujar Evi Elisa, warga Desa Ginih, Kamis (31/1/2019).

--page

Evi dan masyarakat Desa Ginih sangat senang sekaligus bersyukur atas upaya perbaikan jalan yang dilakukan saat ini, sekalipun sifatnya perbaikan, bukan pengaspalan. 

"Maunya saya aspal yang dari jalan negara itu ditembuskan saja ke Kinipan. Tapi, dengan perbaikan inipun kami sangat senang mas, bersyukur, karena yang penting anak-anak itu na, bisa berangkat sekolah dengan nyaman, gak takut lagi jatuh karena jalannya rusak parah," kata dia yang juga seorang ibu rumah tangga itu. 

Senada diungkapkan warga desa Ginih lainnya, Misan (42). Ia menyebut, yang menjadi kekhawatiran utama warga sekitar selama ini salahsatunya adalah anak-anak sekolah. Mengingat, tak jarang jika kondisi hujan dan jalanan sulit dilalui, maka anak-anak tidak jadi bersekolah.

"Jujur saja, kalau sudah hujan dan jalanan kan licin tuh, ya anak-anak mana bisa berangkat sekolah, untuk jalan kaki saja sulit, apalagi pakai motor atau kendaraan. Makannya, sudah bisa dilewati seperti sekarang ini kan sudah sangat besar manfaatnya," katanya. 

Kalau dulu, sambung Misan, misalnya paginya jalan kering dan masih dapat dilewati anak-anak sekolah, namun tetap rasa was-was orang tua tetap ada.

--page

"Misal pagi anak (berangkat) sekolah ke kecamatan (Desa Kinipan). Kita tidak tahu apakah siangnya nanti hujan atau tidak. Misalnya hujan, ya kita di kampung kan tidak tahu anak kita bisa pulang dan sampai rumah jam berapa, apalagi di sini telepon itu gak bisa dipakai (untuk melakukan komunikasi), karena signal tidak ada," bebernya. 

Tak hanya itu, Kapala Desa Ginih, Andreanus Krismanto bahkan menyebut bahwa perbaikan jalan yang dilakukan memiliki manfaat yang sangat besar bagi semua pihak. Jalan yang baik dinilai akan sangat menyokong berbagai hal.

"Akses jalan itu salahsatu kebutuhan utama. Semua pihak pasti merasakan manfaatnya. Seperti kami aparat desa juga kalau mau mengurus berkas atau apapun ke kecamatan juga kan menjadi mudah. Masyarakat yang sakit kemudian mau ke puskesmas juga mudah. Begitu pula yang mau berjualan atau bagi masyarakat yang mau menjual hasil pertaniannya, mau ke mana-mana kan juga enak," ujarnya.  (HENDI NURFALAH/B-6)