LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik- Masyarakat Kecamatan Batangkawa akan merasakan manfaat yang banyak dari upaya perbaikan akses jalan Desa Ginih-Desa Kinipan, sepanjang 4 km.

Jalan itu digarap tiga perusahaan swasta secara konsorsium yang pengerjaannya sudah dimulai sejak 28 Januari 2019. 

Demikian disampaikan Camat Batangkawa Aldison Masa saat ditemui di rumah jabatannya di Desa Kinipan, Kamis (31/1/2019).

Aldison mengatakan, manfaat dari perbaikan jalan desa Ginih-Kinipan tidak hanya berdampak pada lancarnya arus pergerakan orang. Jauh dari itu, manfaat lain akan dirasakan karena perbaikan jalan berdampak pada meningkatnya pergerakan barang dari dan menuju ibu kota kecamatan.

"Saat jalan rusak, orang pasti pikir-pikir mau naik turun ke sini (Kinipan). Tentu karena takut terjebak di lumpur. Sehingga pergerakan orang maupun barang terhambat dan sangat minim. Itu pasti sangat menghambat pada perputaran ekonomi masyarakat, barang sulit didapat karena minim yang masuk, begitupun sebaliknya masyarakat yang akan menjual hasil pertanian sulit mencari pembeli, sehingga harga jual rendah," kata dia.

--page 

Sebagai contoh, saat musim buah seperti sekarang ini, masyarakat Batangkawa yang notabene petani sangat kesulitan menjual hasil bumi, khususnya buah-buahan seperti durian, langsat, dan rambutan. Alasannya para pengepul minim yang datang.

"Sekalipun ada pengepul datang jumlahnya sedikit dan tentu hanya mampu menampung hasil bumi dalam jumlah sedikit. Akibatnya tidak jarang terjadi monopoli harga. Sehingga membuat masyarakat kurang diuntungkan. Di sisi lain, jika hasil alam tidak dijual tentu konsekuensinya buah-buahan akan busuk. Sehingga pilihannya ya terpaksa dijual dengan harga rendah," sebut dia.

Di sisi lain, sambung Aldison Masa, masyarakat yang membutuhkan barang seperti halnya sembako tentu dihadapkan dengan harga tinggi, karena barang yang masuk ke daerah Batangkawa jumlahnya minim karena pedagang yang masuk terkendala akses jalan yang sulit dilalui. 

"Kalau jalan sudah bagus dan mudah dilalui ini tentu dampak positifnya untuk ekonomi masyarakat akan segera dirasakan, karena perputaran ekonomi kami yakini akan berlangsung lebih sehat. Ya...kalau harga buah ditaksir rendah oleh pengepul, masyarakat kan bisa jual langsung dengan turun ke kota atau mencari pengepul lain, toh akses jalan sudah lancar," cetusnya. 

Masa menyebut, selain ekonomi, manfaat dari diperbaikinya jalan juga diyakini akan dirasakan diberbagai bidang, misalnya dalam bidang pelayanan masyarakat, kesehatan dan pendidikan.

--page

"Yang sakit bisa mendapatkan akses kesehatan dengan cepat, anak-anak sekolah juga kan tidak lagi bingung mandi lumpur. Makanya, perbaikan jalan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan sangat kami syukuri," tukasnya. 

Seperti diketahui, tiga perusahaan swasta yakni PT Sawit Mandiri Lestari (SML), PT Amprah Mitra Jaya (AMJ) dan PT Sawit Lamandau Raya (SLR) yang sejak 28 Januari 2019 lalu melakukan perbaikan jalan secara konsorsium. 

Perbaikan jalan secara konsorsium tanpa APBD itu merupakan salah satu bentuk nyata akselerasi dari Bupati dan Wakil Bupati Lamandau yang baru dilantik Oktober 2018. Khususnya dalam menyikapi kondisi akses jalan rusak yang telah menahun yang dinilai sudah cukup menyulitkan masyarakat.

Di sisi lain, kondisi APBD Lamandau saat ini tidak memungkinkan untuk membangun infrastruktur secara menyeluruh. Karenanya, akselerasi yang melibatkan berbagai stakeholders termasuk memaksimalkan peran dunia usaha menjadi solusi yang tepat. (HENDI NURFALAH/B-3)