BORNEONEWS, Kasongan - Proses pemilahan sampah di TPS3R KSM Hapakat Kereng Humbang Kasongan mendadak dihentikan oleh pengelola.
"Dengan sangat terpaksa dua orang ibu sebagai karyawan, kami istrahatkan dulu, hal ini semata karena minimnya biaya operasional TPS yang ada," tutur pengelola TPS3R Kereng Humbang, Sarman Molilo, Jumat (1/2/2019).
Akan tetapi, kata Sarman bagi warga penerima manfaat, pihaknyab tetap memberikan layanan angkut sampah, namun sampah langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Sebenarnya, kata Sarman Molilo salah satu fungsi pemilahan sampah adalah untuk memperpanjang umur TPA dengan cara mengurangi timbunan sampah yang masuk ke TPA, yaitu dengan cara pemanfaatan potensi sampah sebelum dibuang.
"Namun kelihatannya fungsi TPS3R (Reuse, Reduce & Recycle) untuk sementara dikesampingkan dulu, yang penting sampah di lingkungan dapat diangkut," katanya.
--page
Sarman Molilo mengatakan, bagi para pemangku kepentingan dan pemegang kebijakan, dirnya sedikit memberikan masukan, yaitu diperlukan keseriusan semua pihak dalam pengelolaan sampah ini.
Ia mengatakan, pemerintah daerah jangan dulu berbicara Adipura. Pasalnya, kondisi sistem persampahan si wilayah ini masih jauh dari kata tertangani dengan baik.
Karena masyarakat masih terbiasa dengan membuang sampah sembarangan. Petugas angkut sampah pun juga terbatas.
Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih. Minimal secara perlahan menumbuhkan kesadaran warga agar bertanggung jawab pada sampahnya sendiri.
Memang program pengolahan sampah bukan proyek basah yang menarik untuk dikerjakan sehingga perlu pengalokasian dana yang besar.
--page
"Tapi menurut saya, kita sedang membangun kerajaan sampah, dan sampah perlu ditangani hari ini, bukan besok atau program nanti. Sampah itu urgent," imbuh Sarman Molilo. (ABDUL GOFUR/B-5)








